Kamis, 01 Agustus 2013

Menggunakan Tanda Baca yang Baik Saat Menulis

Sebagai seorang yang melankolis tentu agak kurang senang ketika melihat hasil ketikan yang kurang rapi, hal ini disebabkan karena melankolis adalah orang yang menyukai kerapian. Saya contohnya, saya selalu ingin membuat tulisan yang rapi, mulai dari huruf besar, huruf kecil, format teks baik rata kiri maupun kanan semuanya harus rapi. Misalnya membuat bullets dan numbering di blog, ini memang agak susah juga karena blog tidak didesain serapi Microsoft Word, tapi menurut saya alangkah lebih baiknya untuk memerhatikan hal tersebut.


Penulisan imbuhan di- misalnya, masih banyak di sekitar kita yang mungkin tidak tahu atau memang malas untuk mengeditnya, contoh: “Saya sedang berada didalam mobil.”; secara pembacaan kalimat tersebut memang tidak ada yang salah, tetapi secara gramatikal tentu ada yang salah dalam menulis kata didalam yang seharusnya ditulis di dalam. Penulisan imbuhan di- ada dua macam:
1. Apabila imbuhan di- kemudian ditambah kata yang melakukan pekerjaan, maka penulisan di- disatukan. Contoh: dimakan, dipakai, diulang.
2. Apabila imbuhan di- kemudian ditambah kata yang tidak melakukan pekerjaan, maka penulisan di- dipisah. Contoh: di dalam, di atas, di antara.
 
Kemudian penggunaan tanda (,), (-), (“”), (/), (?,!) masih banyak yang menggunakan spasi, padahal itu tidak diperbolehkan. Contohnya: “Apakah Anda suka makan di dini hari ?”; nah, penggunaan tanda tanya (?) itu salah, seharusnya “Apakah Anda suka makan di dini hari?”. Nah bagaimana dengan anda, apakah anda selalu memerhatikan hal itu? Yuk kita menulis yang baik dan benar!
Artikel selanjutnya: Bahasa Indonesia