Minggu, 04 Agustus 2013

Olahraga Tekan Risiko Stroke



Para muda yang jarang olahraga berisiko mengidap kencing manis, tekanan darah tinggi, dan penyakit degeneratif lain tiga sampai enam kali lebih tinggi. Selain itu, risiko kena serangan jantung dan stroke angkanya lebih tinggi. Demikianlah hasil studi yang termuat di Journal of the American Medical Association.


Memang, olahraga rutin sejak muda dapat menurunkan risiko ini sampai 50 persen. “Jika semua responden yang rata-rata masih muda itu staminanya prima, kemungkinan besar tidak sampai sepertiganya mengalami tekanan darah tinggi, diabetes, dan sindrom metaoblik lain,” tutur Mercedes Carnethon dan Northwestern University.

Dengan merebaknya epidemi obesitas di AS, harusnya orang-orang lebih sadar pentingnya meningkatkan aktivitas fisik. Salah satunya dengan olahraga rutin. Penyakit jantung masih menduduki peringkat pertama dalam menyebabkan kematian penduduk Amerika Serikat. Sedangkan stroke, mengikuti di belakangnya pada peringkt ketiga.

Berdasarkan National Heart, Lung and Blood Institute, hampir 13 juta penduduk Amerika Serikat mengidap penyakit jantung. Dan sekitar 5 juta pernah mengalami stroke.

Studi ini awalnya difokuskan pada peran olahraga terhadap faktor risiko penyakit jantung pada orang muda yang sehat. Oleh sebab itu, responden yang berjumlah 44.000 ini usianya berkisar antara 18 sampai 30 tahun. Semua responden in dipantau selama 15 tahun. Nyatanya baru 7 tahun melewati masa pemantauan sudah 25.000 responden mengalami gejala penyakit jantung. Ini terutama setelah mereka mengubah olahraganya.

Dikutip dari: Media Indonesia.
Artikel selanjutnya: Ibu dan Anak, Orang Tua, Remaja, Tips dan Trick